Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

CARA WAHYU TURUN KEPADA RASULULLAH SAW



Menerima Wahyu Yang Pertama


Nabi Muhammad saw pertama kali menerima wahyu ketika usianya 40 tahun. Saat itu, beliau yang sedang berkhalwat atau bertahannus di Gua Hira menerima wahyu yang pertama, yaitu Al-Qur’an Surat al-Alaq ayat 1-5. Peristiwa itu sekaligus menjadi ‘tanda’ bahwa beliau sudah diangkat menjadi Nabi dan Rasul Allah.

Mengenai turunnya wahyu pertama tersebut telah diisyaratkan oleh al-Qur’an sebagaimana yang terdapat dalam Q.S al-Baqarah ayat 185 dan al-Qadr ayat 1, yaitu:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ …(185)

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…”.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”.

Dalam rentang masa 23 tahun, kitab suci al-Qur’an diturunkan secara bertahap memenuhi tuntutan situasi dan lingkungan yang ada. Ibn Abbas, seorang ahli al-Qur’an terkemuka di antara sahabat rasul mempertegas bahwa al Qur’an di turunkan ke langit terbawah (bait al ‘izzah) dalam satu malam yang kemudian diturunkan ke bumi secara bertahap sesuai dengan keperluan.

Wahyu merupakan petunjuk dari Allah SWT  kepada Rasul untuk dijadikan petunjuk bagi Umat Islam. Tetapi, bagaimana proses penyampaian wahyu tersebut?

Proses turunnya wahyu sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini;

Hadits:Shahih Bukhari, No.2
Kitab : Permulaan wahyu 
Bab   : Permulaan wahyu

Arabia :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا

Terjemah :

"Wahai Rasulullah, bagaimana caranya wahyu turun kepada engkau?" Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab: "Terkadang datang kepadaku seperti suara gemerincing lonceng dan cara ini yang paling berat buatku, lalu terhenti sehingga aku dapat mengerti apa yang disampaikan.
Dan terkadang datang Malaikat menyerupai seorang laki-laki lalu berbicara kepadaku maka aku ikuti apa yang diucapkannya".
Aisyah berkata: "Sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada Beliau shallallahu alaihi wasallam pada suatu hari yang sangat dingin lalu terhenti, dan aku lihat dahi Beliau mengucurkan keringat.
"


Cara-cara Wahyu Turun

Adapun cara-cara wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

• Melalui Mimpi


Wahyu Allah  turun kepada Nabi saw melalui mimpi. Yakni, mimpi yang benar (ru’ya shadiqah). Dengan tiba-tiba dalam tidur Nabi saw, beliau bermimpi secara mendadak. Dan mimpi itu benar adanya. Mengenai wahyu disampaikan melalui mimpi. Pernah juga dialami oleh Nabi Ibrahim as. Ketika Nabi Ibrahim as menerima perintah untuk menyembelih Nabi Isma`il as. Biasanya wahyu yang turun melalui mimpi mengandung perintah (amar).

• Masuk kedalam hati Nabi


Wahyu Allah dihembuskan langsung kedalam jiwa Nabi, maksudnya Allah memasukkan langsung ke dalam jiwa Nabi tentang wahyu yang akan diberikan kepadanya.

Nabi Muhammad SAW berkata:

إنَّ رُوحَ القُدُسِ نفثَ في رُوعِي ، أنَّ نفسًا لَن تموتَ حتَّى تستكمِلَ أجلَها ، وتستوعِبَ رزقَها ، فاتَّقوا اللهَ ، وأجمِلُوا في الطَّلَبِ ، ولا يَحمِلَنَّ أحدَكم استبطاءُ الرِّزقِ أن يطلُبَه بمَعصيةِ اللهِ ، فإنَّ اللهَ تعالى لا يُنالُ ما عندَه إلَّا بِطاعَتِهِ

“Sesungguhnya Ruhul-Qudus menghembuskan ke dalam diriku, bahwa suatu jiwa sama sekali tidak akan mati hingga disempurkan Rezekinya. Maka bertakwalah kepada Allah, baguskan dalam meminta, dan janganlah kalian menganggap lamban datangnya rezeki, sehingga kalian mencarinya dengan cara mendurhakai Allah, karena apa yang di sisi Allah tidak akan bisa diperoleh kecuali dengan menaati-Nya.’’



• Bunyi Lonceng


Dentang suara lonceng tersebut seringkali membuat Nabi saw merasa berat. Jika wahyu Allah  turun kepada Nabi saw dalam bentuk suara lonceng. Nabi benar-benar merasakan adanya sesuatu yang sangat berat. Keringat beliau mengucur deras dari kening beliau. Meski udara dalam keadaan dingin.


• Malaikat menyerupai laki laki


Malaikat yang menyampaikan wahyu Allah ini menyerupai seorang pria. Benar-benar tidak ada bedanya dengan seorang manusia. Sehingga Nabi saw sendiri sering terkecoh. Adakalanya para sahabat ikut melihatnya. Tetapi, para sahabat tidak tahu jika orang yang barusan ditemui itu seorang malaikat. Yang pernah terjadi malaikat yang menyerupai pria tersebut. Sangat ganteng lagi rupawan. Ketika itu banyak yang menggambarkan kebagusannya menyerupai Dahyah al-Kalby. Sampai-sampai terdapat catatan sejarah. Apabila Dahyah memasuki Kota Madinah dengan membawa barang dagangan. Banyak kaum hawa Madinah yang mengintip, atau bahkan keluar rumah untuk sekadar melihatnya.

• Jibril memperlihatkan wujud asli


Nabi saw pernah melihat malaikat Jibril as dalam bentuk aslinya. Guna menyampaikan wahyu Allah swt, jibril menampakkan wujud asli yang mempunyai enam ratus sayap kepada Nabi.

Dalil yang berkenaan dengan Jibril menampakkan wujud aslinya disebutkan dalam Al-Qur'an surah An Najm ayat 13-14 dan surah At Takwir ayat 22-23. Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ ١٣ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى ١٤

Artinya: "Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu ketika) di Sidratulmuntaha." (QS An Najm: 13-14)

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍۚ ٢٢ وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِۚ ٢٣

Artinya: "Temanmu (Nabi Muhammad) itu bukanlah orang gila. Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang." (QS At Takwir: 22-23)


• hijab


Wahyu langsung disampaikan oleh Allah kepada Nabi saw. Yaitu, saat Nabi SAW diperintahkan menunaikan isra’ dan mi’raj. Tidak melalui mimpi. Tidak melalui perantara. Benar-benar dijumpai Nabi SAW di balik hijab.


Turunnya wahyu adalah peristiwa yang dahsyat. Nabi Muhammad mengalami ‘hal yang tidak biasa’ saat wahyu turun. Sampai-sampai beliau menyatakan bahwa setiap kali menerima wahyu maka dirinya selalu menyangka rohnya hendak dicabut. Lantas, bagaimana saja kondisi Nabi Muhammad ketika wahyu turun?

Setidaknya, Nabi Muhammad mengalami lima kondisi saat menerima wahyu. Pertama, wajahnya memerah. Saking dahsyatnya turunnya wahyu, wajah Nabi Muhammad sampai memerah. Kedua, berkeringat. Seperti yang disinggung di atas, manakala wahyu turun dalam bentuk lonceng maka Nabi Muhammad bercucuran keringat meski turunnya saat musim dingin. Ketiga, sempoyongan. Turunnya wahyu juga membuat Nabi Muhammad sempoyongan, meski kesadaran dan kestabilan beliau tidak sampai hilang. Keempat, tubuh Nabi Muhammad menjadi berat. Kelima, Nabi Muhammad seperti mendengar suara gerombolan lebah. 

Begitulah cara wahyu diturunkan dan kondisi Nabi Muhammad saat menerimanya. Biasanya para sahabat mengerubungi Nabi Muhammad saat beliau mendapatkan wahyu. Nabi Muhammad kemudian menyampaikan wahyu yang baru saja diterimanya kepada mereka. Dan mereka kemudian menghafalnya.
Wallahu 'Alam.

Posting Komentar untuk "CARA WAHYU TURUN KEPADA RASULULLAH SAW"

close