Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KEDUDUKAN TAUHID BAGI SEORANG MUSLIM

 



Ketahuilah tujuan yang paling utama dari syariat adalah mengesakan pengatur alam semesta langit dan bumi ini. Kita realisasikan pengesaan Allah Jalla wa 'Ala ini dengan merendahkan diri dan tunduk kepada-Nya. Demikian juga dengan menghadapkan diri kepada-Nya dengan takut dan penuh harap, sujud dan rukuk, mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya dan berlepas diri dari kesyirikan baik yang kecil ataupun yang besar, yang tampak maupun yang tersembunyi. Inilah tujuan penciptaan kita manusia. Allah Ta'ala berfirman;
"Dan tidaklah aku ciptakan jin manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56).
Inilah tujuan Allah Jalla wa 'ala mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci.

Tujuan Tauhid


Dengan tauhid seorang hamba akan hidup dengan kehidupan yang sebenarnya. Ia akan mendapatkan ridha dari Yang Maha Pengasih, akan berhasil dengan kemuliaan dan kenikmatan surga. Sebaliknya, tanpa tauhid seseorang akan hidup layaknya hidupnya hewan. Allah Ta'ala berfirman,
"Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)." (QS. Al-Furqon: 44).

Orang yang tidak bertauhid, hakikatnya mereka adalah mayit, walaupun mereka berjalan di bumi. Hanya orang-orang yang bertauhidlah yang hidup dengan sepenuhnya dan hidup dalam arti yang sebenarnya. Allah Ta'ala berfirman,
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan..." (QS. Al-An'am: 122)
Maksudnya, Kami hidupkan dengan keimanan dan tauhid.

Dengan tauhid kebahagiaan dan ketenangan individu pun diperoleh. Allah Jalla wa'Ala berfirman,
"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97).

Dengan tauhid hati seseorang akan bersih dari keragu-raguan, kebimbangan, was-was, dan pemikiran-pemikiran yang hina. Tauhid akan membuat seseorang tenang, nyaman, dan merasakan ketentraman. Allah Jalla wa 'Ala berfirman,
"Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia." (QS. An-nas: 1-3).

Dengan tauhid seorang hamba akan selamat -biidznillah- dari tipu daya kejahatan, seperti kejahatan sihir dan para dukun. Allah Ta'ala berfirman,
"Sesungguhnya Alla membela orang-orang yang telah beriman." (QS. Al-Hajj: 38).

Dengan tauhid seorang hamba akan memperoleh seluruh kebaikan, dan kebahagiaan di dunia ini juga akhirat. Dan Allah Jalla wa 'Ala telah menetapkan bahwasanya kebahagiaan di dunia, di alam kubur, dan akhirat hanya akan diperoleh orang-orang yang beriman dan bertauhid. Dia berfirman,
"Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan." QS. Al-Infithar: 13)'

Mempertebal Keimanan


Kita memohon kepada Allah Jalla wa 'ala agar menjadikan kita sebagai orang-orang yang bertauhid, mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya. Dan kita juga memohon agar Allah melindungi kita semua dari semua bentuk kejelekan baik yang tersembunyi maupun yang tampak, baik yang kecil maupun yang besar.

Sesungguhnya mentauhidkan Allah Jalla wa 'Ala adalah perintah pertama dan perintah yang paling agung yang harus selalu diingatkan kepada manusia. Allah Ta'ala berfirman,
"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 55-56).


Seseorang sangat butuh untuk selalu memperbarui dan terus mempertebal keimanannya. Terus mempererat hubungannya dengan Rabb-Nya Jalla wa 'Ala. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
" Sungguh, iman itu dapat usang sebagaimana pakaian dapat menjadi usang. Karenanya mohonlah selalu kepada Allah agar memperbaharui iman yang ada dalam jiwamu."

Pada masa dimana fitnah begitu dahsyat dan seruan kepada hawa nafsu begitu kencang tentu kita sangat butuh untuk terus menguatkan tauhid kita. Dan anak-anak sangat butuh tumbuh besar dalam pengarahan dan pendidikan yang mulia. Sebagaimana Lukman mendidik anaknya.
"Wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah sebesar-besar kezaliman."(QS. Lukman:13)

Bekal Kehidupan Setelah Kematian


Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang pasti berlalu, bukan kehidupan yang kekal abadi. Dan balasan dari apa yang kita perbuat ada pada hari perjumpaan kita dengan Allah. "(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."(QS. Asy-Syu'ara: 88-89). Bersih dari syirik dan bersih dari segala yang membuat Allah Jalla wa 'Ala benci dan murka.

Orang yang cerdas adalah mereka yang menundukkan jiwanya untuk beramal sebagai bekal kehidupan setelah kematian. Dan orang yang lemah adalah mereka yang memperturutkan hawa nafsunya serta panjang angan-angannya. Ketahuilah, perkataan yang paling benar adalah firman Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah sesuatu yang baru dan dibuat-buat dalam agama. Dan sesuatu yang dibuat-buat dalam agama, adalah bid'ah. Setiap bid'ah adalah kesesatan. Dan kesesatan tempatnya di neraka.







Posting Komentar untuk "KEDUDUKAN TAUHID BAGI SEORANG MUSLIM"

close