Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MANDI JUNUB DENGAN KHATMI


Hal Yang Bukan Sembarangan Untuk Mandi


Tata cara mandi junub atau mandi wajib ini sebenarnya ada kaidahnya, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Sehingga, bukan suatu hal yang sembarangan untuk menunaikan mandi junub. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi,

"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al-Maidah: 6)

Hakikat mandi adalah mengguyur seluruh badan dengan air, yaitu mengenai rambut dan kulit. Inilah yang diterangkan dalam banyak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebut mandi junub karena sebelum mandi junub tidak bisa melakukan rangkaian ibadah-ibadah tertentu lainnya, seperti shalat, iktikaf, memegang mushaf, dll.

Mandi fardhu di dalam fikih Islam dilaksanakan ketika seseorang berada dalam keadaan berhadas besar, yakni selesai melakukan hubungan suami istri atau bermimpi basah, perempuan selesai menjalani haid, setelah tobat lalu memeluk agama Islam, menjadi mayat, setiap hari Jumat bagi laki-laki (menurut Mazhab Syafi’i), disunahkan pada saat menjelang melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha, setelah memandikan mayat, ketika hendak berihram untuk haji dan umrah, dan sebagian ulama menganjurkan ketika mereka akan melaksanakan shalat sunah gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari.

Ketentuan mandi fardhu pertama kali harus berniat mandi junub atau mandi wajib dan atau mandi sunah, membersihkan segala kotoran fisik yang melekat di badan, mengalirkan air ke seluruh bagian luar tubuh, termasuk segenap rambut/bulu, membaca bismillah pada permulaan mandi, berwudhu setelah mandi, mendahulukan organ tubuh bagian kanan, disunahkan menggunakan air daun khatmi (althaea officinalis), sejenis daun yang bisa mengeluarkan busa ketika mencuci kepala, untuk sekarang ini disebut sampo. Ketika mencuci badan, Nabi suka menggunakan buah sidr, sebagaimana hadis yang diriwayatkan berikut ini;

Sunan Abu Dawud
Kitab : Thaharah

Apakah mewakili dari mandi junub orang yang membasuh kepalanya dengan Khathmi (semacam tanaman)


Hadits : 223

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ زِيَادٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ قَيْسِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي سُوَاءَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ عَائِشَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَغْسِلُ رَأْسَهُ بِالْخِطْمِيِّ وَهُوَ جُنُبٌ يَجْتَزِئُ بِذَلِكَ وَلَا يَصُبُّ عَلَيْهِ الْمَاءَ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Syarik dari Qais bin Wahb dari seorang lelaki dari bani Suwa`ah bin Amir dari Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya beliau membasuh kepalanya dengan tumbuhan Khitmi pada waktu mandi junub, cukup dengan itu tanpa mengguyur lagi kepalanya.



Di negeri Arab yang kurang air sekalipun Nabi selalu menganjurkan umatnya bersahabat dengan mandi. Ini mengisyaratkan betapa Islam menjunjung tinggi kebersihan, terutama kebersihan fisik. Bahkan, Nabi pernah menegaskan dalam hadis yang terkenal: Al-nadhafah min al-iman (Kebersihan bagian dari iman). Kebersihan dihubungkan dengan iman. Tidak bisa disebut seseorang beriman dengan baik jika ia jorok dan tidak peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.

Nabi SAW mempraktikkan apa yang diserukan. Tidak heran jika Nabi dikenal sebagai orang paling sehat di masanya. Badannya atletis sebagaimana disebutkan dalam riwayat bahwa ia pernah memenangkan pertandingan gulat tradisional Arab, mengalahkan sang juara bertahan tak terkalahkan, yaitu Rukanah ibn Abi Yazid, yang dirobohkannya pada ronde ketiga.


Bagi kita umat Islam Indonesia, air tidak ada masalah. Di mana-mana kita bisa menemukan air. Air di Indonesia pun tidak seperti di negeri-negeri yang mengenal musim dingin yang bisa membekukan air. Air alami di Indonesia tidak pernah membeku dan tidak pernah juga menjadi sangat panas. Inilah keuntungannya negeri kita menjadi negeri yang beriklim tropis, memudahkan umat untuk melaksanakan mandi wajib dan mandi sunah.

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunah


Pada dasarnya, cara mandi junub dan bacaannya untuk perempuan dan pria sama saja. Perbedaannya hanya terletak pada niat yang akan dibaca sebelum bersuci. Adapun tata cara mandi junub lengkap sesuai dengan urutannya sebagai berikut:

• Baca niat mandi junub atau mandi wajib terlebih dahulu

• Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali

• Lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan

• Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri

• Cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun

• Lakukan gerakan wudhu yang sempurna seperti saat akan salat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki

• Masukkan tangan ke dalam air, sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan hingga menyentuh kulit kepala

• Jika sudah, guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali

• Pastikan pangkal rambut juga terkena air

• Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air

• Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri

• Saat menjalankan tata cara mandi junub, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan

Tata Cara Mandi Wajib Perempuan


Berbeda dengan cara mandi junub untuk pria, wanita tidak perlu menyela pangkal rambut. Bahkan para wanita tidak diharuskan untuk membuka jalinan rambutnya. Hal tersebut sesuai dengan rujukan dari HR At-Tirmidzi.

Dalam riwayat tersebut, Ummu Salamah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW,

"Aku bertanya, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub? Maka Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu 3 kali guyuran."

Berikut urutan tata cara mandi junub untuk perempuan:

• Baca niat mandi junub atau mandi wajib terlebih dahulu

• Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali

• Lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kemaluan

• Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri

• Cuci tangan dengan menggosok-gosoknya ke tanah atau sabun

• Lakukan gerakan wudhu yang sempurna seperti saat akan salat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki

• Bilas kepala dengan mengguyurkan air sebanyak 3 kali

• Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air

• Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri

• Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan

Tata Cara Mandi Wajib Pria


Dikatakan sebelumnya, cara mandi junub bagi perempuan dan pria sama saja. Akan tetapi, ada hadits dan anjuran berbeda mengenai tata cara mandi wajib untuk pria.

Menurut HR At-Tirmidzi, menyela pangkal rambut hanya dikhususkan bagi laki-laki. Sedangkan, para wanita tidak perlu melakukan hal tersebut. Berikut cara mandi junub dengan cara Nabi Muhammad SAW menurut hadits Al Bukhari.

"Dari Aisyah dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu dengan wudhu untuk salat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki."(HR. Muslim).

Berikut urutan tata cara mandi junub sesuai hadits di atas.

• Basuh kedua tangan

• Tuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri

• Kemudian basuh kemaluan

• Berwudhu seperti tata cara wudhu untuk salat

• Siram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata

• Basuh kepala sebanyak tiga kali

• Basuh seluruh tubuh

• Basuh kedua kaki

Wallahu 'Alam.

Posting Komentar untuk "MANDI JUNUB DENGAN KHATMI"

close