WAKTU SHALAT NABI
Shalat Pertama Kali Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam
Shalat dan doa merupakan ritual ibadah keseharian seorang muslim. Atas beragam bentuk peribadahan dalam serangkaian ritual shalat (yang tersusun) dari setiap pasangan yang indah. Takbir yang dengannya ibadah shalat dibuka, berdiri yang di dalamnya kalamullah (Al-Qur’an) dibacakan oleh para pelaku shalat, ruku’ yang di dalamnya Rabb diagungkan, berdiri dari ruku’(i’tidal) yang dipenuhi dengan pujian kepada Allah, sujud yang padanya Allah Ta’ala disucikan dengan ke-Mahatinggian-Nya, hadirnya sepenuh hati padanya do’a, lalu duduk untuk memohon dan memuliakan, serta diakhiri dengan salam.
Dalam ajaran Islam, sholat sudah ditetapkan kewajibannya sebanyak lima waktu. Hal ini didasarkan pada saat Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra Mi'raj dan saat itu Beliau masih tinggal di kota Mekkah. Tepatnya satu tahun sebelum Rasul berhijrah ke kota Madinah.
Menurut para ulama, shalat yang dikerjakan oleh Rasulullah dan para sahabat sebelum diwajibkan shalat fardhu lima waktu adalah shalat dua rakaat di waktu pagi dan dua rakaat di waktu sore.
Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mawahib Al-Jalil Syarh Mukhtashar Al-Khalil berikut;
وكان بدء الصلاة قبل أن تفرض الصلوات الخمس ركعتين غدواً وركعتين عشياً.
Permulaan shalat sebelum diwajibkan shalat fardhu lima waktu adalah dua rakaat di waktu pagi dan dua rakaat di waktu sore.
Shalat pertama kali Nabi Muhammad saw diajari Jibril. Dua rakaat untuk tiap shalat. Kemudian Allah ta’ala menyempurnakan dengan empat rakaat bagi mukimin dan dua rakaat bagi musafir seperti asalnya.
Demikian dijelaskan Ibnu Ishaq dalam kitab Sirah Nabawi. Dia menceritakan, untuk pertama kalinya shalat diwajibkan kepada Rasulullah saw, malaikat Jibril datang kepada Nabi yang ketika itu berada di atas gunung Makkah.
Malaikat Jibril memberi isyarat kepada Rasulullah dengan tumitnya di lembah. Dari lembah itu memancarlah mata air. Kemudian malaikat Jibril memperlihatkan cara berwudhu. Lalu Nabi berwudhu seperti Jibril bersuci.
Setelah itu malaikat Jibril berdiri mengerjakan shalat. Kemudin Rasulullah ikut shalat seperti shalatnya Jibril. Lalu malaikat Jibril berpaling dari hadapan Nabi. Begitulah shalat Nabi asal mulanya.
Waktu shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, dan bagaimana Rasulullah mengerjakannya telah diriwayatkan dalam kitab hadits berikut ini;
Sunan Abu Dawud
Kitab : Shalat
Waktu shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, dan bagaimana Rasulullah mengerjakannya
Hadits : 336
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو وَهُوَ ابْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ
سَأَلْنَا جَابِرًا عَنْ وَقْتِ صَلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَانَ يُصَلِّي الظُّهْرَ بِالْهَاجِرَةِ وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ حَيَّةٌ وَالْمَغْرِبَ إِذَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ وَالْعِشَاءَ إِذَا كَثُرَ النَّاسُ عَجَّلَ وَإِذَا قَلُّوا أَخَّرَ وَالصُّبْحَ بِغَلَسٍ
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sa'd bin Ibrahim dari Muhammad bin Amru, yaitu Ibnu Al Hasan bin Ali bin Abu Thalib dia berkata; Kami bertanya kepada Jabir tentang waktu shalat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka dia menjawab; Beliau shalat Zhuhur tatkala matahari sangat panas, dan shalat Ashar ketika cahaya matahari masih jernih, dan shalat Maghrib tatkala matahari tenggelam, dan shalat Isya; tatkala orang-orang sudah banyak (berkumpul) maka beliau menyegerakan, dan apabila orang-orang masih sedikit, maka beliau mengakhirkan, dan shalat Shubuh tatkala ghalas (kegelapan di akhri malam).
Hadits: 337
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ عَنْ أَبِي بَرْزَةَ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الظُّهْرَ إِذَا زَالَتْ الشَّمْسُ وَيُصَلِّي الْعَصْرَ وَإِنَّ أَحَدَنَا لَيَذْهَبُ إِلَى أَقْصَى الْمَدِينَةِ وَيَرْجِعُ وَالشَّمْسُ حَيَّةٌ وَنَسِيتُ الْمَغْرِبَ وَكَانَ لَا يُبَالِي تَأْخِيرَ الْعِشَاءِ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ قَالَ ثُمَّ قَالَ إِلَى شَطْرِ اللَّيْلِ قَالَ وَكَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا وَكَانَ يُصَلِّي الصُّبْحَ وَمَا يَعْرِفُ أَحَدُنَا جَلِيسَهُ الَّذِي كَانَ يَعْرِفُهُ وَكَانَ يَقْرَأُ فِيهَا مِنْ السِّتِّينَ إِلَى الْمِائَةِ
Telah menceritakan kepada kami Hafzh bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Al Minhal dari Abu Barzah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat Zhuhur apabila matahari tergelincir, dan shalat Ashar sementara salah seorang dari kami pergi ke tempat di Madinah paling jauh dan kembali sedangkan matahari masih bercahaya jernih, dan saya lupa waktu beliau shalat Maghrib. Beliau tidak mempedulikan untuk mengakhirkan shalat Isya hingga sepertiga malam. Dia berkata; kemudian Abu Minhal berkata; hingga pertengahan malam. perawi berkata; Dan beliau tidak suka tidur sebelumnya dan berbincang-bincang setelahnya, dan beliau shalat Shubuh sementara salah seorang dari kami tidak tahu siapa yang duduk bersamanya yang pada awalnya dia mengetahuinya, dan beliau membaca enam puluh hingga seratus ayat.
Waktu-waktu Shalat
Kemudian malaikat Jibril shalat dengan Nabi ketika matahari mulai condong ke barat. Lantas malaikat Jibril mengerjakan shalat Ashar dengan Nabi ketika bayangan benda sama persis dengan bendanya.
Setelah itu malaikat Jibril mengerjakan shalat Maghrib dengan Nabi ketika matahari telah terbenam. Kemudian malaikat Jibril mengerjakan shalat Isya dengan Rasulullah ketika sinar merah matahari setelah terbenam telah hilang.
Selanjutnya malaikat Jibril mengerjakan shalat Subuh dengan Rasulullah ketika fajar menyingsing. Esok paginya, malaikat Jibril datang Iagi kepada nabi Ialu mengerjakan shalat Duhur ketika bayangan persis seperti dirinya.
Kemudian malaikat Jibril mengerjakan shalat Ashar bersama Nabi saat bayangan seseorang dua kali lebih panjang. Lantas malaikat Jibril mengerjakan shalat Maghrib bersamanya waktu matahari telah terbenam sama seperti kemarin.
Seterusnya malaikat Jibril mengerjakan shalat Isya bersama Nabi setelah sepertiga malam pertama berlalu. Lalu malaikat Jibril mengerjakan shalat Subuh bersama Nabi ketika fajar belum menyingsing. Kemudian malaikat Jibril berkata, ”Hai Muhammad, waktu shalat adalah pertengahan di antara shalatmu hari ini dan shalatmu kemarin.”
Kemudian Nabi mengajari shalat kepada Ali bin Abi Thalib. Jika waktu shalat tiba, Rasulullah saw pergi ke syi’b (jalan di antara dua bukit) bersama Ali dengan diam-diam tanpa se-pengetahuan Abu Thalib, dan kaumnya.
Shalat merupakan tata cara beribadah umat Islam yang telah bertahan lebih dari 1441 tahun. Shalat yang kita laksanakan hari ini seperti itulah Nabi Muhammad dulu shalat pertama kali. Begitulah juga shalat nabi-nabi sebelum Islam. Hanya umat Islam yang tetap mempertahankan tata cara ibadah kepada Allah seperti asalnya.
Wallahu 'Alam


Posting Komentar untuk "WAKTU SHALAT NABI"