WAKTU SHALAT SUBUH
Shalat Yang Memiliki Banyak Keutamaan
Salah satu sholat yang memiliki banyak keutamaan adalah sholat subuh. Tak heran bila sholat subuh kerap disebut sebagai sholat yang paling afdhal. Namun barangkali masih banyak yang bingung akan batas waktu pelaksanaannya. Untuk menghindari kemungkinan sholat tidak sah.
Menentukan waktu sholat merupakan persoalan fundamental dan signifikan ketika dihubungkan dengan sah tidaknya suatu sholat. Hal ini dikarenakan dalam menunaikan kewajiban sholat tersebut, kaum muslimin terikat pada waktu-waktu yang sudah ditentukan. Sebagaimana tercantum dalam surat An-nisa ayat 103 sebagai berikut:
فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
Artinya: ”Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktu-waktunya atas orang-orang yang beriman”. (an Nisa’:103)
Waktu Sholat Subuh dan Batasannya
Waktu sholat subuh di Indonesia didasarkan paradigma fajar sidik terjadi apabila fajar sidik terjadi apabila matahari berada pada ketinggian -20 derajat. Paradigma ini dikembangkan dan dipelopori oleh pemerintah.
Sementara waktu sholat Subuh yang utama adalah dari terbit fajar shadiq, yakni fajar kedua sampai berakhirnya gelap malam karena Nabi SAW biasa mengerjakannya pada waktu gelap malam masih pekat. Waktu diperbolehkannya sholat Subuh berakhir sampai terbit matahari.
Batas akhir waktu subuh adalah terbitnya matahari sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
Sunan Abu Dawud
Kitab : Shalat
Waktu shalat subuh
Hadits : 359
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ
إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُصَلِّي الصُّبْحَ فَيَنْصَرِفُ النِّسَاءُ مُتَلَفِّعَاتٍ بِمُرُوطِهِنَّ مَا يُعْرَفْنَ مِنْ الْغَلَسِ
Telah menceritakan kepada kami Al Qa'nabi dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari 'Amrah binti Abdirrahman dari Aisyah radliallahu 'anha bahwasanya dia berkata; Rasulullah Shallallahu alaihi wasallah shalat Shubuh, sementara para wanita pergi ke masjid dengan menutupi wajah dan badan mereka dengan kain dari bulu domba, mereka tidak diketahui karena masih gelap.
Hadits : 360
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصْبِحُوا بِالصُّبْحِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ لِأُجُورِكُمْ أَوْ أَعْظَمُ لِلْأَجْرِ
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu 'Ajlan dari 'Ashim bin Umar bin Qatadah bin An Nu'man dari Mahmud bin Labid dari Rafi' bin Khadij dia berkata; Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Laksanakanlah shalat Shubuh ketika pagi telah tiba, karena itu lebih besar pahalanya bagi kalian, atau lebih agung pahalanya."
وَقْتُ صَلاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعْ الشَّمْسُ
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Dan waktu shalat shubuh dari terbitnya fajar (shadiq) sampai sebelum terbitnya matahari". (HR. Muslim).
Fajar shadiq (fajar nyata) adalah sebuah cahaya yang terlihat pada waktu subuh sebagai batas antara akhir malam dengan permulaan pagi. Dikutip dari NU Online, fajar shadiq adalah cahaya tipis yang posisinya horizontal terhadap ufuk dan bertambah terang seiring waktu. Itulah yang menentukan awal waktu salat Subuh.
Sementara, fajar kadzib (fajar semu) adalah cahaya yang muncul sebelum fajar shadiq. Intensitas cahayanya tidak terlalu terang dan berbentuk segitiga khas yang menjulang sepanjang garis ekliptika. Perbedaan intensitas cahaya dapat terlihat saat diukur dengan sky quality meter (SQM).
Jika dipantau berdasarkan ilmu falak, maka jam subuh di Indonesia juga menentukan jadwal Imsakiah Ramadan. Maka dari itu, ulama dan peneliti bukan hanya melihat fajar shadiq sebagai batas awal waktu salat Subuh, tetapi juga penting mengamati munculnya fajar kadzib.
Apakah pukul 06.00 atau 07.00 masih bisa salat Subuh?
Melaksanakan salat Subuh pukul 06.00 atau 07.00 bisa saja, tetapi tentu pahalanya tidak sama dengan orang yang berusaha bangun dan melawan kemalasannya untuk salat Subuh. Baik ketiduran tidak sengaja atau sengaja, wajib bagi muslim untuk melaksanakan salat Subuh.
Keutamaan Sholat Subuh
1. Tidak Akan Masuk Neraka
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan sholat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya." (HR. Muslim)
Dari hadist ini disebutkan bahwa memelihara sholat Subuh dan Ashar dapat menyelamatkan kita dari neraka atas izin Allah SWT.
2. Pembeda Orang Mukmin dengan Munafik
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: "Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah sholat 'Isya dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak." (HR. Ahmad).
3. Setara dengan Sholat Semalam Suntuk
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang melaksanakan sholat 'Isya secara berjemaah maka ia seperti sholat malam separuh malam. Dan barang siapa mengerjakan sholat subuh secara berjemaah maka Ia seperti sholat malam satu malam penuh." (HR. Muslim)
Dengan bangun pagi, kita akan mendapatkan keberkahan rezeki dari doa Rasulullah SAW. Itulah pentingnya salat Subuh di awal waktu.
“Ya Allah, berikanlah keberkahan pada umatku di waktu pagi-pagi.” (HR Ahmad).
Itulah hukum hingga konsekuensi salat Subuh. Yuk, perbaiki manajemen waktu supaya subuh tidak kesiangan. Salat subuh merupakan kunci pagi hari, maka bukalah dengan keadaan yang baik supaya rezekimu berkah.
Wallahu 'Alam.


Posting Komentar untuk "WAKTU SHALAT SUBUH"