Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BERTAKWA KEPADA ALLAH DIMANA SAJA


Orang Yang Bertakwa Mendapat Banyak Kemuliaan


Takwa adalah istilah yang sering disebut dalam hal ibadah. Orang yang bertakwa akan mendapat banyak kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat.

Perintah takwa termaktub dalam QS. Al Maidah ayat 35 sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan." (QS. Al Maidah: 35).

Bertakwalah kepada Allah Dimanapun Kamu Berada! Berikut ini adalah beberapa nasehat Nabi kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yang sangat penting untuk selalu kita perhat


Bertakwalah kepada Allah Dimanapun Kamu Berada! Berikut ini adalah beberapa nasehat Nabi kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yang sangat penting untuk selalu kita perhatikan dan pegang teguh.

Nasehat itu adalah seperti apa yang terdapat dalam hadits yang shohih berikut ini;

Hadits Arbain Nawawi
الحــديث الثامن عشر

HADITS KEDELAPAN BELAS


عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ “
[رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah saw beliau bersabda : Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “
(Riwayat Turmuzi, dia berkata haditsnya hasan, pada sebagian cetakan dikatakan hasan shahih).

Pelajaran yang dapat dipetik dari hadits diatas diantaranya adalah:


1. Takwa kepada Allah merupakan kewajiban setiap muslim dan dia merupakan asas diterimanya amal shaleh.


Dan takwa itu sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, maknanya adalah:

وقاية العبد نفسه من عذاب الله بامتثال أوامره واجتناب نواهيه

“Penjagaan diri seorang hamba dari adzab Alloh, dgn melaksanakan apa yang diperintahkan Alloh kepadanya, dan menjauhi apa saja yang dilarang Alloh.”

Pengertian seperti ini, disimpulkan dari beberapa pendapat dan penjelasan para ulama tentang makna takwa.

Diantaranya adalah: Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

المُتَّقُوْنَ اتَّقَوا مَا حُرِّمَ عَلَيْهِمْ ، وَأدَّوْا مَا افْتُرِضَ عَلَيْهِمْ

“Orang yang bertakwa itu adalah mereka yang menjaga diri (menjauhi) dari hal-hal yang diharamkan atas mereka, dan menunaikan apa saja yang diwajibkan atas mereka.”

Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah juga pernah berkata:

لَيْسَ تَقْوَى اللهِ بِصِيَامِ النَّهَارِ ، وَلاَ بِقِيَامِ اللَّيْلِ ، وَالتَّخْلِيْطِ فِيْمَا بَيْنَ ذَلِكَ ، وَلَكِنْ تَقْوَى اللهِ تَرْكُ مَا حَرَّمَ اللهُ ، وَأَدَاءُ مَا افْتَرَضَ اللهُ ،فَمَنْ رُزِقَ بَعْدَ ذَلِكَ خَيْراً ، فَهُوَ خَيْرٌ إِلَى خَيْرٍ

“Takwa kepada Alloh itu bukanlah hanya dengan berpuasa di siang hari atau mendirikan shalat malam hari, atau melakukan kedua-duanya.

Namun takwa kepada Alloh itu adalah meninggalkan apa saja yang diharamkan Alloh, dan menunaikan apa saja yang diwajibkan oleh Alloh.

Siapa yang setelah itu dianugerahi kebaikan lainnya, maka itu adalah kebaikan kepada kebaikan (yakni kebaikan di atas kebaikan yang lainnya).”

Tholq bin Habib rohimahulloh juga pernah mengatakan:

التَّقْوَى أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ اللهِ ، عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ ، تَرْجُوْ ثَوَابَ اللهِ ، وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ تَخَافُ عِقَابَ اللهِ

“Takwa itu berarti kamu menjalankan ketaatan pada Allah atas petunjuk cahaya dari Allah, dan kamu mengharap pahala dari Alloh.

(Takwa itu juga) adalah kamu meninggalkan/ menjauhi maksiat kepada Alloh atas petunjuk cahaya dari Alloh, dan kamu takut terhadap siksaan Alloh.”

Itulah diantara pengertian takwa, yang wajib bagi kita untuk melakukannya, dimana pun kita berada.

2. Bersegera melakukan ketaatan setelah keburukan secara langsung, karena kebaikan akan menghapus keburukan.


Dan yang dimaksud disini adalah: dosa-dosa kecil.

Karena, untuk terhapuskannya dosa-dosa besar, harus diiringi dengan sikap tobat dan memperbanyak istighfar dari dosa-dosa tersebut, tdk cukup hanya dgn amal sholih yang kita lakukan.

3. Bersungguh-sungguh menghias diri dengan akhlak mulia.


Yakni akhlak-akhlak mulia yang disyari’atkan untuk kita beramal dengannya, seperti: bermanis muka, bertutur kata yang baik, tolong menolong, menjenguk orang yang sakit, saling memberi nasehat kebaikan, dan sebagainya.

4. Menjaga pergaulan yang baik merupakan kunci kesuksesan, kebahagiaan dan ketenangan di dunia dan akhirat. Hal tersebut dapat menghilangkan dampak negatif pergaulan.


Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencapai derajat takwa. Orang yang dalam ibadahnya terbiasa taat (sesuai yang diperintahkan Allah), berarti ibadahnya sudah sampai pada derajat takwa. Ustadz Hanan Attaki memberikan contoh pada beberapa ibadah seperti sholat, puasa, zakat, hingga haji.

Menurutnya, orang yang mengerjakan sholat tetapi belum terbebas dari kemungkaran, berarti sholatnya orang tersebut belum mencapai derajat takwa. Derajat takwa dalam ibadah sholat adalah ketika seseorang menyegerakan untuk sholat saat panggilan adzan berkumandang.

Selain sholat, ibadah yang melatih untuk mencapai derajat takwa adalah puasa. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk menahan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Orang yang taat akan menjalankan apa yang telah diatur oleh Allah, seperti makan sahur, menahan diri, dan berbuka ketika sudah waktunya.

Dilansir dari situs Kemenag Bengkulu, ada empat hal yang bisa dilakukan untuk mencapai takwa, antara lain 1) tawadhu' atau rendah hati, 2) qona'ah atau ridho dan rela, 3) wara' atau terhindar dari sifat ragu, dan 4) yakin.

Allah SWT terlibat dalam setiap masalah hamba-Nya yang bertakwa. Dia akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah tersebut. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ath Thalaq ayat 3 sebagai berikut:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Artinya: "Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Ath Thalaq: 3).

Wallahu 'Alam.

Posting Komentar untuk "BERTAKWA KEPADA ALLAH DIMANA SAJA"

close