Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PERBUATAN YANG DAPAT MEMASUKKAN KE SYURGA



Masuk Syurga Karena Rahmat


Manusia dimasukkan ke dalam surga karena rahmat-Nya yang diperoleh melalui sebab-sebab yakni amal shalih yang dilakukannya, bahkan amal saleh itu sendiri adalah bagian dari rahmat dan karunia Allah Ta’ala. Kita bisa ibadah, menuntut ilmu, itu adalah bagian rahmat Allah kepada kita.

Beribadah kepada Allah merupakan ikhtiar umat muslim untuk menggapai kehidupan yang baik setelah kematian. Definisi dari kehidupan yang baik setelah kematian itu tidak lain adalah kehidupan di surga Allah. Tidak ada satu pun umat muslim di dunia yang tidak ingin masuk surga. Surga itu sendiri banyak disebutkan dalam berbagai riwayat. Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa surga dapat digapai melalui amal perbuatan. Apa sajakah perbuatan tersebut?

Dalam Kitab Hadits Arbain Nawawi karya Imam Nawawi ra. Rasulullah SAW Berdabda;

Hadits Arbain Nawawi
الحــديث التاسع والعشرون

HADITS KEDUAPULUH SEMBILAN


عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ :  تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ- يَعْمَلُوْنَُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]


Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu syurga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”. Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk). Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka .
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shaheh).


Dari hadits tersebut menunjukkan bahwa di kalangan sahabat sendiri gemar membicarakan tentang surga atau bagaimana masuk surga serta bagaimana menjauhi neraka. Perhatian sahabat sangat besar untuk melakukan amal yang dapat memasukkan mereka ke surga. Begitu pun seharusnya bagi kita, hendaknya menjadikan kebiasaan para sahabat sebagai keteladanan.

Yang pertama adalah menjalankan rukun Islam yang lima. Yaitu bertauhid dan beriman kepada Allah SWT dan menjalankan semua perintah-Nya. Mentauhidkan Allah dan menunaikan kewajiban adalah sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sementara shalat sunnah setelah shalat fardu merupakan sebab kecintaan Allah ta’ala kepada hamba-Nya.

Imam Nawawi rahimahullah memberikan keterangan, “Ayat-ayat Al-Qur’an yang ada menunjukkan bahwa amalan bisa memasukkan orang dalam surga. Maka tidak bertentangan dengan hadits-hadits yang ada. Bahkan makna ayat adalah masuk surga itu disebabkan karena amalan. Namun di situ ada taufik dari Allah untuk beramal. Ada hidayah untuk ikhlas pula dalam beramal. Maka diterimanya amal memang karena rahmat dan karunia Allah. Karenanya, amalan semata tidak memasukkan seseorang ke dalam surga. Itulah yang dimaksudkan dalam hadits (di atas). Kesimpulannya, bisa saja kita katakan bahwa sebab masuk surga adalah karena ada amalan. Amalan itu ada karena rahmat Allah.” (Syarh Shahih Muslim, 14: 145).

Dalam hadits disebutkan:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)

Salah Satu Penyebab Masuk Syurga


Salah satu yang menjadi sebab masuk surga adalah amal saleh. Namun, sebagai catatan, amal perbuatan merupakan sebab masuk surga jika Allah menerimanya dan hal ini tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah SAW “Tidak masuk surga setiap kalian dengan amalnya”. Makna hadits tersebut adalah bahwa amal dengan sendirinya tidak berhak memasukkan seseorang ke surga selama Allah belum menerimanya dengan karunia-Nya dan Rahmat-Nya.

Setelah lima amalan wajib dan pokok yang memasukkan ke surga dan amalan yang menjauhkan dari neraka, ada kunci-kunci kebaikan dari Rasulullah SAW, yaitu tiga amalan sunnah. Ketiganya adalah puasa sunnah, sedekah, dan shalat sunnah. Rasulullah SAW menjadikan dalil tentang keutamaan shalat malam yaitu:

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17)

Sabda Rasulullah SAW:

عليكمْ بقيامِ الليلِ فإنَّه دأبُ الصالحينَ قبلكمْ، و قربةٌ إلى اللهِ تعالى، و منهاةٌ عنِ الإثمِ، و تكفيرٌ للسيئاتِ، و مطردةٌ للداءِ عنِ الجسدِ

“Hendaklah kalian menjalankan shalat malam karena ia merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pelebur kejelekan, pencegah dosa, dan pengusir penyakit.” (HR Ath-Thabrani dan Al Hakim).

Setelah tiga amalan kunci, ada pokok perkara yaitu agama dan pokok agama adalah Syahadat. Kemudian, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad. Syahadat adalah pokok agama yang bermakna sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah dan Rasulullah SAW adalah Nabi kita. Dengan dua kalimat syahadat inilah kita menjadi Muslim dan ini adalah rukun Islam yang pertama.

Kemudian shalat adalah tiang agama. Bangunan Islam kita tidak akan runtuh karena shalat sehingga menjaga shalat adalah menjaga tiang agama. Kemudian, puncaknya adalah jihad. Artinya, jihad adalah amalan paling utama dan agung. Imam Ahmad bin Hambal, bahwa amalan yang paling utama setelah yang fardu (wajib) adalah jihad. Sebagian ulama mengatakan, jihad disifati sebagai puncak dari ajaran ummat Islam karena dengannya Islam akan jaya dan dihormati.

Di akhir hadits, Rasulullah SAW mengajarkan ada kunci untuk menguatkan semua hal di atas, yakni menjaga mulut atau lisan. Dosa mulut ini mencakup banyak hal, bukan hanya karena ghibah (menggunjing), menghardik, atau berdusta. Seseorang bisa syirik dengan kata-kata, termasuk bisa syirik dengan meminta selain kepada Allah SWT.

Wallahu 'Alam.

Posting Komentar untuk "PERBUATAN YANG DAPAT MEMASUKKAN KE SYURGA"

close