DOA KETIKA ADZAN
Disunnahkan Untuk Membaca Doa Setelah Mendengar Adzan
Dikumandangkannya adzan oleh muadzin sebanyak lima kali dalam sehari merupakan tanda sudah masuknya waktu shalat. Setiap akhir dari panggilan sholat tersebut, umat Islam disunnahkan untuk membaca doa setelah mendengar adzan.
Sementara itu, adzan adalah pemberitahuan atau pengumuman dalam bahasa bahasa. Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman mengenai pemberitahuan atau yang disebut adzan
Arab: وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ اِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْاَكْبَرِ
Latin: wa ażānum minallāhi wa rasụlihī ilan-nāsi yaumal-ḥajjil-akbari
Artinya: Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar,
Ketika azan berkumandang, kita diperintahkan untuk berhenti dari segala aktivitas duniawi untuk kemudian melaksanakan shalat. Saat mendengar azan pun kita dianjurkan untuk menjawab setiap lafaznya sebagaimana disebutkan dalam hadis yang artinya:
“Jika kalian mendengar mu-adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah al-wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di Surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafa’atku.” Shahih: [Mukhtashar Shahiih Muslim (no. 198)], Shahiih Muslim (I/288 no. 384), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/225 no. 519), Sunan at-Tirmidzi (V/ 247 no. 3694) dan Sunan an-Nasa-i (II no. 25).
Sebagaimana menjawab azan adalah perintah yang dianjurkan, maka doa setelah azan pun menjadi salah satu amalan yang berpahala. Sebagaimana riwayat hadits berikut ini;
Sunan Abu Dawud
Kitab : Shalat
Doa saat adzan
Hadits : 445
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ إِلَّا حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami Ali bin Ayyasy telah menceritakan kepada kami Syu'aib bin Abi Hamzah dari Muhammad bin Al-Munkadir dari Jabir bin Abdullah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengucapkan doa ketika mendengar panggilan adzan: 'Allaahumma Rabba haadzihid da'watit taammah wash shalaatil Qaaimah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqaaman mahmuudanilladzii waadtah (Ya Allah, Rabb panggilan adzan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan. Anugerahkanlah kepada Muhammad kedudukan yang tinggi dan keutamaan, dan anugerahkan kepadanya kedudukan yang terpuji yang telah engkau janjikan kepadanya), melainkan dia akan mendapatkan syafaat pada hari kiamat."
Faedah Hadits
• Di antara sahabat Nabi ada yang bernama Jabir. Ia adalah seorang sahabat yang menikahi seorang janda, artinya dibolehkan seorang jejaka menikah dengan seorang janda, atau sebaliknya seorang duda menikahi seorang gadis. Walaupun yang afdhol adalah menikah dengan gadis atau perawan. Yang tidak boleh adalah homo atau lesbian (seorang pria menikah dengan pria lainnya atau seorang wanita nikah dengan wanita lain)
• Doa ini diucapkan setelah selesai adzan bukan saat mendengar adzan. Jika mendengar adzan maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin. Sebagaimana dalam hadits, (artinya) “Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin….. ” (HR. Muslim no. 384)
• Dianjurkan berdoa di saat waktu-waktu shalat (waktu mustajab waktu antara adzan dan iqomah, saat sujud juga salah satu waktu yang mustajab).
Di dalam shalat terdapat dua macam doa, yakni doa ibadah dan doa mas alah.
Doa ibadah seperti ucapan di kala ruku’ “subhana rabbiyal aziimi wa bihamdih” (berupa sanjungan atau pujian kepada Allah)
Sedangkan doa mas alah seperti ungkapan dalam duduk di antara dua sujud “Rabbigh firli-rabbigh firli.” (berupa permohonan kepada Allah)
• Penetapan adanya syafa’at Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi yang berdoa dengan doa ini (doa ” Allahumma rabba haadhihit dakwatit tammah….. “
• Syafa’at yang dimaksud harus memenuhi 2 syarat, yaitu:
1) Adanya izin dari Allah. Berdasarkan firman Allah, (artinya) “Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya” (QS. Al-Baqarah: 255)
2) Keridhaan Allah kepada pemberi dan penerima syafa’at. Berdasarkan firman Allah, (artinya) ” Dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah” (QS. Al-Biya’: 28)
Adapun orang kafir, maka tidak ada syafa’at untuknya. Berdasarkan firman Allah (artinya) ” Maka tidak berguna bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberi syafa’at ” (QS. Al-Muddatstsir: 48)
Kecuali paman Nabi, yakni Abu Thalib ia hanya diperingan siksanya. Abu Thalib berada di Neraka tingkatan paling atas, dengan sepasang sandal (yang terbakar Neraka) otaknya mendidih.
Berikut adalah doa setelah azan:
للهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
Allahumma robba haadzihid da’watit taammah, washhalaatil qoo’imah, aati muhammadanil washililata walfadhiilah, wasysyaarofa wad darajatal aaliyatar rafii’ah, wab’atshu maqaamam mahmudadanil ladzi wa’adthah, innaka laa tulhliful mii’aadz.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang pemilik seruan yang sempurna, dan salat yang tetap didirikan, berilah alwasilah (derajat di surga), dan alfadhilah (keutamaan) kepada Nabi Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang Engkau janjikan” (HR Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).
Wallahu 'Alam.


Posting Komentar untuk "DOA KETIKA ADZAN"