Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KEUTAMAAN SHALAT BERSAMA IMAM



Faedah Shalat Berjamaah


Ibadah shalat adalah mahdhah yang dilakukan seorang hamba kepada Rabbnya. Sholat yang diwajibkan bagi setiap muslim adalah sholat lima waktu.

Secara bahasa, sholat artinya doa. Dalam ilmu syariah, sholat diartikan sebagai serangkaian ucapan dan gerakan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam yang dilakukan dengan niat dan syarat tertentu.

Dalam surat Al Baqarah ayat 43 Allah SWT menyeru hamba-Nya untuk melaksanakan sholat dan zakat. Dia berfirman:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ

Artinya: "Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk." (QS. Al Baqarah: 43)

Saat melaksanakan sholat, seseorang akan diberikan pilihan untuk melakukannya secara sendiri atau berjamaah.

Dalam KBBI, berjamaah merujuk pada pengerjaan sholat secara bersama sama. Maksudnya, harus dilakukan oleh lebih dari satu orang.

Di satu sisi seorang Muslim diajarkan kepemimpinan saat menjadi imam. Sementara itu, disisi lain, berlatih menjadi rakyat dan siap dipimpin ketika menjadi makmum. Begitu besar nilai pahala, nilai sosial di dalamnya.

Di antara faidah besar yang bisa kita dapatkan pada shalat berjamaah adalah mendapatkan keutamaan membersamai imam ketika takbiratul ihram. Terdapat pahala yang sangat agung ketika seseorang bisa membersamai imam ketika takbiratul ihram. 

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam kitab hadits berikut ini;

Sunan Abu Dawud
Kitab : Shalat

Shalat bersama imam dan keutamaannya


Hadits : 492


حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمَهْرِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الْهَمْدَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَمَّ النَّاسَ فَأَصَابَ الْوَقْتَ فَلَهُ وَلَهُمْ وَمَنْ انْتَقَصَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعَلَيْهِ وَلَا عَلَيْهِمْ

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Al-Mahri telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Ayyub dari Abdurrahman bin Harmalah dari Abu 'Ali Al-Hamdani dia berkata; Saya telah mendengar Uqbah bin Amir berkata; Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang mengimami shalat orang banyak dan tepat pada waktunya, maka baginya dan bagi mereka pahala. Barangsiapa (di antara imam) yang mengurangi waktu meski sedikit, maka dosanya baginya dan tidak bagi mereka (para makmum)."


An-Nawawi rahimahullah berkata, 

“Disunnahkan untuk konsisten membersamai imam ketika takbiratul ihram, yaitu dengan hadir di masjid ketika iqamah dikumandangkan … “


Di dalam kitab Al-Mushannaf karya Abdurrazzâq, sebuah hadits diriwayatkan dari Mujahid, ia berkata, "Aku mendengar salah seorang dari shahabat Nabi—Shallallâhu `alaihi wa sallam—dan yang aku ketahui, ia pernah ikut perang Badar, bahwa ia berkata kepada anaknya, 'Apakah engkau telah shalat bersama kami?' Anaknya menjawab, 'Iya'. Ia bertanya lagi, 'Apakah engkau mendapatkan Takbîratul Ihrâm?' Anaknya menjawab, 'Tidak'. Mendengar itu, ia berkata, 'Apa yang telah engkau lewatkan itu lebih baik daripada seratus unta yang semuanya bermata hitam."

Pahala Takbîratul Ihrâm ini didapatkan di mesjid mana pun kita shalat. Dan apabila seorang wanita shalat di rumahnya dengan mengikuti imam, sementara ada pembatas antara ia dengan imam, maka ia akan mendapatkan pahala Takbîratul Ihrâm bersama imam menurut pendapat ulama yang membolehkan seseorang mengikuti imam dengan adanya pembatas, seperti mazhab Hanafi, dan mazhab Maliki setuju dengan itu kecuali pada shalat Jumat.

Adapun mazham Hanbali dan mazhab Asy-Syafi`i berpendapat tidak boleh mengikuti imam jika ada pembatas antara makmum dengan imam.

Imam An-Nawawi mengatakan, "Apabila seseorang shalat di sebuah rumah dan sejenisnya dengan mengikuti shalat imam di mesjid, namun ada pembatas antara ia dengan imam, maka ini tidaklah boleh menurut mazhab kita (mazhab Asy-Syafi`i), dan begitu juga menurut Imam Ahmad. Sementara Imam Malik mengatakan boleh kecuali pada shalat Jumat. Dan Abu Hanifah berpendapat boleh secara mutlak." [Al-Majmû`]

Dan jika Anda mendengarkan Takbîratul Ihrâm imam saat Anda sedang berada di jalan, tetapi Anda tidak ikut shalat bersama imam, maka ini tidak membuat Anda mendapatkan keutamaan Takbîratul Ihrâm bersama imam.


Dapat dipahami bahwa salat berjamaah merupakan amalan baik yang mendatangkan banyak manfaat. Dalam hal ini, ada beberapa manfaat (keutamaan) salat berjamaah bagi umat Muslim yang mengerjakannya, sebagai berikut:

• Amalan yang dapat menghindarkan dari siksa api neraka sekaligus dapat menyelamatkan diri dari sifat munafik.

• Salat berjamaah mampu meningkatkan peluang diterimanya ibadah salat jika dibandingkan dengan salat yang dilakukan secara sendiri.

• Diampuni segala dosa oleh Allah SWT.

• Diberikan pahala yang berlipat ganda, yaitu orang yang mengerjakan salat berjamaah mendapat pahala sebanyak 27 derajat.

• Salat berjamaah bisa menghilangkan perasaan ragu dan waswas.

• Salat berjamaah bisa menjauhkan diri dari godaan setan yang bisa bersemayam dalam tubuh manusia.

Terdapat banyak sekali keutamaan salat berjamaah. Namun, ada 3 hal yang dapat menjadi perhatian, sebagaimana disampaikan dan dicontohkan Rasulullah SAW.

1. Salat berjemaah adalah teladan dari Nabi Muhammad SAW


Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW nyaris tak pernah meninggalkan salat jemaah lima waktu. Bahkan, terhadap sahabatnya yang buta sekalipun, Abdullah bin Ummi Maktum, Rasulullah memerintahkannya berangkat ke masjid.

Suatu waktu, Abdullah bin Ummi Maktum pernah meminta keringanan untuk tidak salat jemaah karena ia tunanetra. Lantas, Rasulullah SAW bertanya:

"Apakah engkau mendengar seruan salat [azan]?". Abdullah bin Ummi Maktum kemudian menjawab, "Iya". Rasulullah menanggapi, "Maka jawablah [pergi ke masjid!]"

2. Kesempurnaan kolektivitas masyarakat Islam


Jika seorang muslim hidup dalam masyarakat agamis atau bertetangga dengan sesama orang Islam, salat paling utama bagi mereka adalah salat berjemaah di masjid.

Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW: "Tidak sempurna salat seseorang yang bertetangga kecuali dengan berjemaah di masjid," (H.R. Ahmad).

3. Salat berjemaah adalah penghapus dosa

Keutamaan salat berjemaah yang lain adalah sebagai wasilah penghapus dosa, sebagaimana dinyatakan Rasulullah SAW:

“Jika imam mengucapkan 'ghairil maghdhubi ‘alaihim waladhdhalliin', maka ucapkan 'Amin', karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Terakhir, pahala salat berjemaah amat besar. Allah SWT menjanjikan bahwa balasan bagi orang-orang yang salat berjemaah setara dengan 27 kali lipat salat sendirian sebagaimana disebutkan dalam suatu hadis.

"Salat berjamaah lebih afdal daripada salat sendirian dengan perbandingan dua puluh tujuh derajat," (H.R. Muslim).

Wallahu 'Alam.


Posting Komentar untuk "KEUTAMAAN SHALAT BERSAMA IMAM"

close